Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sedang berfokus pada penguatan Sumber Daya Manusia Indonesia yang berorientasi pada visi “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”. Visi jangka panjang ini memberi ruang yang besar terhadap kinerja pemerintah untuk melaksanakan program yang bertujuan untuk menyiapkan dan mengembangkan SDM. Program Makan Bergizi Gratis (PMBG) salah satunya, bertujuan untuk membantu siswa pada satuan pendidikan formal untuk dapat mengikuti pendidikan dengan sejahtera baik kebutuhan rohani dan kebutuhan jasmani (wellbeing).
Selain PMBG, sektor pendidikan juga memiliki tantangan untuk menuntaskan program sertifikasi guru dalam jabatan dalam kurun waktu 2 tahun. Guru-guru yang telah tersertifikasi melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan dinyatakan “Guru Profesional” akan mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) sesuai dengan setiap bulannya. Dengan peningkatan kesejahteraan guru ini diharapkan pelaksanaan pembelajaran akan semakin berkualitas dan tentunya berimplikasi pada mutu lulusan pendidikan yaitu anak-anak Indonesia yang akan menjadi penghuni dunia dan pengampu Indonesia di masa yang akan datang.
Desain Pendidikan Profesi Guru (PPG) ini digagas dengan tema besar yaitu ‘semangat rekognisi terhadap
kapasitas dan kompetensi guru dalam jabatan yang belum tersertifikasi’. Tema ini diambil karena dalam proses pendidikan pengabdian, karya, inovasi dan kompetensi guru diganjar dengan 27 SKS, praktis hanya 9 SKS yang menjadi pengalaman wajib dalam PPG yang harus ditempuh. Sistem belajar juga mengoptimalkan LMS (Learning Managemen System) yang fleksibel dan mudah sehingga guru tetap dapat melaksanakan tugas mulianya mengajar di sekolah. Dengan sistem baru ini unit cost dapat ditekan hinggal 800.000/guru yang semula hampir 5juta/guru.

Gatekeeping untuk menjadi mahasiswa PPG juga tidak sulit seperti dulu melalui passing grade seleksi akademik. Cukup dengan terdaftar pada pangkalan data pendidikan (seperti Dapodik, EMIS) atau Satmnikal lainnya dan ketercukupan syarat administratif maka akan mendapat kesempatan mengikuti PPG Dalam Jabatan. Ujian Kompetensi PPG juga hanya melibatkan dosen di LPTK tidak lagi dengan guru pamong. Dengan skema proses ini, khususnya pada guru-guru di bawah Kementerian Agama dapat tersertifikasi sebanyak 621.563 guru dalam jangka waktu 2 (dua) tahun (2025 dan 2026).
Fondasi SDM menuju Indonesia Emas 2045
Pendidikan adalah investasi terbesar sebuah negara, tanpa pendidikan sebuah negara tidak mungkin dapat membayangkan akan seperti apa di masa depan atau “imagined nation”. Melalui akselerasi PPG, pemerintah melihat bahwa instrumen guru tidak boleh luput dari rancangan besar mempersiapkan manusia Indonesia melalui pedagogi di semua jenjang pendidikan untuk semua jenis mata pelajaran. Kesejahteraan guru melalui TPG akan menjadi catalyst kutergugahan anak-anak negeri ini untuk mengoptimalkan semua potensinya sehingga kita bisa mengejar negara-negara yang sudah berpredikat “maju”.
Ujung depan dari pencapaian indikator bidang pendidikan adalah guru-guru yang telah ditempa melalui pengalaman pendidikan baik pedagogik dan profesional. Guru profesional yang terus berupaya meningkatkan dan mengembangkan diri untuk selaras dengan jaman dan kebutuhan karakteristik siswa yang setiap masa memiliki perubahan. Penggunaan teknologi paling mutakhir seperti big data, artificial intellegence, argumented reality, dan InternetofThings (IoT). Layanan pendidikan mutlak bersinergi dengan jaman dan perkembangannya yang semakin digital. Di sisi lain, kompetensi juga diperkokoh dengan karakter dan soft skill agar terus bisa berakselerasi di berbagai bidang.
Indonesia Emas 2045 adalah sebuah momentum sekaligus tantangan yang tidak mudah. Persoalan bangsa ini masih banyak yang harus dibenahi mulai dari sosial, politik, budaya, keamanan dan ketahanan. Namun guru akan selalu menjadi pemberangus kebodohan yang menjadi garda terdepan untuk memastikan bahwa anak-anak Indonesia harus cerdas, tangguh, berkarakter, adaptif dan berdaya saing di masa ke-emas-an Indonesia tersebut untuk menjadi negara maju.

*Penulis adalah seorang akademisi mengajar di sebuah perguruan tinggi keagamaan negeri, aktif di forum ilmiah baik dalam maupun luar negeri. Selain melaksanakan tugas utama Tri Dharma perguruan tinggi juga tetap menulis untuk menjaga kewarasan dan daya nalar serta literasi, demi asupan ilmu dan untuk keabadian. Disclaimer: tulisan ini bersifat opini bebas dan pemikiran terbatas dari saya, oleh karena itu semua tanggung jawab dari isi tulisan ada pada penulis. Saya dapat dihubungi pada nomor 0818870511 atau email pribadi: edi.ramawijayaputra@gmail.com, atau melalui DM Instagram dan semua kanal media sosial. Terima kasih

